TOP NEWS

call center 089631383425/restusouvenir@gmail.com

Kamis, 15 Agustus 2013

BENIH DAN BIJI



Benih dan Biji

                Menurut SADJAD dkk, dalam “Dasar-dasar Teknologi Benih”,(1975, Biro Penataran, IPB-Bogor), yang dimaksudkan dengan benih ialah biji tanaman yang dipergunakan untuk keperluan dan pengembangan usaha tani, memiliki fungsi agronomis atau merupakan komponen agronomi. Sebagai komponen agronomi masalah benih ini lebih berorientasi pada penerapan norma-norma ilmiah, jadi lebih bersifat teknologis.
                Tentang pengertian antara biji dengan benih, sebaiknya jangan kita campur adukkan, karena”biji akan tetap disebut biji”, apabila :
a)      Tumbuhan biji itu menjadi suatu tanaman tanpa melibatkan tangan-tangan manusia, misalnya biji yang terbawa angin, yang disebabkan oleh burung dan lain sebagainya,
b)      Biji-bijian itu tidak dimaksudkan untuk ditanam atau dikembangkan, melainkan digunakan bagi keperluan bahan pangan atau makanan ternak dan unggas.
c)       Biji itu digunakan sebagai bahan dasar suatu produk industri ( biji coklat, biji kacang, biji kapuk, biji kedelai dan lain sebagainya),
d)      Biji bagi kepentingan penelitian (sebagai objek penelitian),
e)      Biji sebagai bahan baku untuk hasil kerajinan (biji salak, biji kenari, biji saga, biji jambu monyet dan sebagainya)

Peranan biji sebagai benih( biji yang dikelola, diusahakan oleh manusia, khususnya para petani, lembaga-lembaga pembenihan, Dinas pertanian, untuk mengembangkan tanaman) adalah demikian besar disamping unsur-unsur agronomi lainnya (pengelolaan tanah, perbaikan tata air, pemupukan, pengawetan tanah, pola tanam).

Apakah yang dimaksudkan dengan biji bersertifikat itu?
benih bersertifikat  adalah benih yang pada proses produksinya diterapkan cara dan persyaratan tertentu sesuai dengan ketentuan sertifikat benih.

Bagi benih yang memenuhi standar mutu ditandai dengan label benih bersertifikat  yang hanya dikeluarkan oleh badan di atas. Bagi benih bersertifikat diterapkan kelas-kelas benih sesuai dengan urutan keturunan dan mutunya, antara lain penetapannya sebagai berikut :
a)      Benih Penjenis (BS) adalah benih yang diproduksi oleh dan di bawah pengawasan pemulia tanaman yang bersangkutan atau instansinya, dan harus merupakan sumber untuk perbanyakan benih dasar.
b)      Benih Dasar (BD), merupakan keturunan pertama dari benih penjenis (BS) atau benih dasar yang diproduksi di bawah bimbingan yang intensif dan pengawasan ketat, sehinggakemurnian varietas yang tinggi dapat dipelihara. Benih dasar diproduksi oleh instansi atau badan yang ditetapkan atau ditunjuk oleh Ketua Badan Benih Nasional, dan harus disertifikasi oleh Sub Direktorat Pembinaan Mutu Benih BPSB;
c)       Benih Pokok (BP) merupakan keturunan dari Benih Penjenis atau Benih Dasar yang diproduksi dan dipelihara sedemikian rupa sehingga identitas maupun tingkat kemurnian varietas memenuhi standar mutu yang ditetapkan serta telah disertifikasi sebagai benih pokok oleh sub direktorat pembinaan mutu benih BPSB;
d)      Benih sebar (BR) merupakan keturunan dari benih penjenis, benih pokok, yang diproduksi dan dipelihara sedemikan rupa sehingga identitas dan tingkat kemurnian varietas dapat dipelihara, dan memenuhi standar mutu benih yang ditetapkan dan telah disertifikasi sebagai benih sebar oleh seub direktorat pembinaan mutu benih BPSB.


Untuk selanjutnya , saya lanjutkan ke postingan berikutnya…. J

0 komentar:

Go Green Souvenir