TOP NEWS

call center 089631383425/restusouvenir@gmail.com

Rabu, 14 Agustus 2013

Pengendalian Hama Dan Penyakit Pada ANGGREK








               
Tidak sedikit yang mengalami kegagalan budi daya anggrek lantaran ganguan hama dan penyakit. Hama dan penyakit berpengaruh langsung terhadap proses fisiologis tanaman, yang meliputi proses metabolism sel, respirasi (pernapasan), fotosintesis, dan transpirasi (pengangkutan air dari akar ke daun).
                Serangan hama dan penyakit secara fisiologis memberikan dampak negative yang berbeda-beda, tergantung pada tingkat serangannya. Dampak negatifnya dapat berupa penghambatan proses metabolism sel; berkurangnya cadangan makanan; alokasi energy tanaman semakin berkurang; mengubah proses biokimia dalam tanaman sehingga menghambat kerja hormone tumbuh, menghambat pembungaan, menurunkan kualitas dan kuantitas bunga, dan akibatnya yang paling fatal adalah matinya tanaman anggrek.
                Beberapa jenis hama yang sering menyerang tanaman anggrek adalah :
-          Keong atau siput kecil. Hama ini menyerang bagian akar dan daun dengan cara melukai dan menyerap sari makanan anggrek sehingga merusak dan menyerap sari makanan anggrek sehingga merusak dan menghambat pertumbuhannya. Rusaknya akar dan daun juga memberi peluang masuknya jamur dan bakteri.
-          Semut. Sering dijumpai bersarang di dalam media anggrek. Cara merusaknya dengan menyerap sari makanan dari akar anggrek sehingga pertumbuhan akar menjadi terhambat.
-          Ulat daun. Hama ini merusak tanaman dengan memakan daun sehingga fotosintesis tidak berjalan normal.
-          Kutu. Biasanya terdapat pada daun dan tangkai bunga. Kutu tersebut juga menyerap sari makanan sehingga menghambat pertumbuhan anggrek dan membuka peluang masuknya jamur dan bakteri.

Jenis-jenis hama tersebut dapat dikendalikan dengan memberikan pestisida dengan dosis sesuai petunjuk pada kemasan.

        Secara umum penyakit yang menyerang anggrek dapat dibagi menjadi beberapa kelompok besar yakni penyakit yang disebabkan jamur, bakteri, dan virus.
-          Jamur. Penyakit yang disebabkan oleh jamur mengakibatkan busuk akar dan busuk daun. Ciri seranganya adalah munculnya benang-benang hifa (benang halus berwarna putih) disekitar terjadinya tempat pembusukan.
-          Bakteri. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri juga menyebabkan pembusukan. Biasanya ditandai dengan keluarnya lendir, kadang-kadang disertai dengan bau busuk.
-          Virus. Penyakit yang disebabkan oleh virus gejalanya tidak terlihat jelas tetapi mengakibatkan penyimpangan pertumbuhan dan pembungaan tanaman, misalnya daun menjadi keriting, bunga menjadi lebih kecil, dan malas berbunga.

Serangan penyakit dapat dikendalikan dengan bahan kimia yang sesuai dengan penyebabnya. Serangan bakteri diatasi dengan bakterisida dan serangan jamur diatasi dengan fungisida. Sementara itu, serangan virus sampai sekarang belum bisa diatasi. Satu-satunya jalan adalah memusnahkan tanaman yang terinfeksi virus agar tidak menular pada tanaman lain. Namun, pencegahan munculnya virus pada tanaman anggrek dapat dilakukan dengan metode kultur jaringan.


Sumber : ir.EDHI SANDRA, ms. Membuat anggrek rajin berbunga. Agromedia.

0 komentar:

Go Green Souvenir